Diary Online Milik Lisda!

Label

Unordered List

  • Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit.
  • Aliquam tincidunt mauris eu risus.
  • Vestibulum auctor dapibus neque.

Recent Posts

Cinta Di Balik Jilbab

Alkisah, disuatu kehidupan zaman modern ini, hiduplah sebuah keluarga yang sangat islamik. Kehidupan mereka diwarnai dengan suasana berkesan muslim sejati.

Dimulai dari nenek, ibu, dan putri perempuan nya pun berjilbab(antiklimaks). Mereka adalah keluarga Hj.Hasan, seorang pengusaha sukses yang islamik.

Namun, kini telah berubah akal (eufemisme) karena kesombongannya , sehingga sangat di segani dan dihormati oleh warga warga disekitar rumahnya . Hj.Hasan memiliki seorang putri yang cantik jelita dan juga baik hati. Putri itu adalah wanita idaman para pria karena parasnya yang begitu cantik bagaikan beningnya air (alusio). Putri itu bernama Hanifah. Hanifah adalah seorang mahasiswsi salahsatu universitas di daerah Bandung.

Suatu hari, di kampus Hanifah diadakan mentoring bersama dosen yang ada di kampus tersebut. Saat itu Hanifah berangkat dari rumahnya dengan tak lupa berpamitan kepada kedua orang tua nya yang sangat ia cintai. Ia berlari dengan cepat , secepat kilat yang menyambar (hiperbola). Setelah sampai di kampus tersebut, Hanifah bergegas menuju ruang kelasnya. Diperjalanan menuju kelas, Hanifah melihat seorang pria yang sangat tampan.

Parasnya yang rupawan itu seolah-olah bagai matahari yang tersenyum menyapa kepadanya (personifikasi). Hanifah terpesona dan terus membayangkannya. Yang ada di benak pikirannya hanyalah dia, dia, dan dia. Pikirannya mulai berantakan, sehingga ketika ia berjalan , tiba tiba Hanifah terjatuh. Mahasiwa dan mahasiwi (totem proparte) disana melihat ke arahnya dan mentertawakannya. Dengan cepat, Hanifah segera lari menuju ruang kelasnya dengan tersipuh malu membawa wajah yang mulai memerah.

Ketika ia telah sampai di ruang kelasnya, Dosen yang seharusnya berada di ruangan itu, kini tak terlihat batang hidungnya ( parsprototo). Tak lama kemudian, terdengarlah suara tangan yang mengetuk sebuah pintu dari arah utara.

Ruangan terasa hening dengan tiba-tiba , dan semuua orang yang berada dalam ruangan itu melihat ke arahnya. Tak kuduga, ternyata suara tangan yang sedang mengetuk pintu itu adalah seorang pria yang kulihat tadi ? Subhanallah, pria itu membuat hatiku seolah bergetar dan goyah seperti gempa ? kata Hanifah. ( hiperbola).

Pria tampan itu tiba tiba masuk dan memperkenalkan namanya "assalammualaikum.. perkenalkan, nama saya Hanif Ahmad. Saya asisten dosen dan pada hari ini saya akan menggantikan kehadiran beliau. Terimakasih" kata pria tampan. Suaranya yang tegas dan ia juga terlihat berwibawa.

Hanifah pun semakin bersimpati kepada Hanif. Saking terpesonanya, Hanifah merasa bahwa Allah swt telah menitipkan makna cinta pada saat pandangan pertama kepada Hanif. Tak terasa, dua jam telah berlalu. Mentoring yang diberikan oleh Hanif telah selesai.

Namun, dengan tak sadar Hanifah memandangi wajahnya yang tampan itu tanpa berkedip sedikit pun. Pria itu mengatahuinya dan bergegas menghampiri Hanifah. Pria itu berkata "Siapakah namamu? mentoringnya sudah selesai non, hehehehe. Mengapa masih duduk manis disini?" . Saat itu, Hanifah tiba-tiba gugup, hanya bisa menatap bola matanya dan terucap sepatah kata dari bibirnya "namaku Hanifah". Ia bergegas lari pulang kerumahnya dengan membawa pipinya yang merah merona itu seperti buah delima ( asosiasi). Ketika Hanifah berlari, Hanif pun terdiam dan termenung memikirkan kemiripan namanya dengan Hanifah.

Seiring berjalannya waktu, Hanifah sampai dirumahnya. Ia masuk ke dalam kamarnya. Di kamarnya, ia berbaring di kasur dan menoleh ke samping ( pleonasme) sambil melihat ke arah jendela yang terbuka dengan memandangi dewi malam.

Keesokan harinya, setelah usai kegiatan di kampus. Hanifah pulang dan menghampiri sebuah toko buku. Ketika Hanifah sedang berjalan , tiba-tiba vespa milik seorang pria tak sengaja menyenggol Hanifah. Hanifah terjatuh sampai tak sadarkan diri. Pria itu kaget dan kekagetan itu, membuatnya membawa Hanifah pergi kerumah sakit terdekat.

Tak lama kemudian, Hanifah tersadar. Hanifah mulai membuka matanya dengan perlahan. Hanifah tampak kebingungan ketika melihat pria yang berada disampingnya itu adalah Hanif, asistan dosen. Hanifah bertanya kepada Hanif "mengapa aku ada disini? Aku kan baik-baik saja ?" . Hanif menjawab dan menceritakannya.
Setelah keadaan Hanifah membaik, Hanif mengantar pulang kerumahnya . Sampai dirumahnya, ayah Hanifah yang bernama Hj.Hasan , memandan ke arahnya dengan tatapan mata seolah tak menyukainya. Mereka menghampiri ayahnya dan mengucapkan salam.

Namun ayahnya Hanifah menghiraukannya dan bertanya sesuatu kepada Hanifah dengan nada yang kersa. "Siapa pria ini? Kekasihmu? Motornya bagus sekali. Tempo dulu ya? Sampai ketinggalan kereta api gitu ?" (ironi). Hanif dan Hanifah hanya diam tersenyum karena tak berani menjawabnya.

Hanifah bergegas masuk ke kamar sedangkan hanif pulanh kerumahnya dengan mengucapkan salam terlebih dahulu.Tiba di kamarnya, Hanifah menangis karean ia tak enak hati kepada Hanif oleh perkataan ayahnya.
Singkat cerita , Hanif mulai merasakan hal yang sama, yaitu mencintai Hanifah. Ia tak mau kehilangannya, sehingga ia mempunyai tekad untuk melamarnya. Beberapa hari kemudian , ia datang kerumah Hanifah un tuk melamarnya dengan membawa sebuah jilbab sebagai permata.

Ketika sampai disana, Hanif berkata-kata untuk meminta ijin kepada kedua orang tua Hanifah . " Assalammualaikum. Pak, bu, saya datang kesini bermaksud untuk melamar putrimu . Saya sangat mencintainya. Apakah kalian merestui? Jika ia, ambillah dan terimalah sebuah permata jelek yang berada dalam genggaman tanganku ini (litotes) sebagai tanda bahwa aku telah menjadi calon suminya. Jika tidak, diamkan dan biarkanlah permata jelek ini berada dalam genggaman tanganku sebagai kenangan perjuangan cintaku terhadap Hanifah ( sambil menggenggam permata dan menyodorkannya)."

KataHanif. Hanifah sangat senang karena pria yang dicintainya itu melamarnya. Namun ayahnya berkata lain. Ketika itu ayahnya marah besar dan berkata "Heh vespa butut ! berani-beraninya kau melamar anakku dengan sebuah jilbab . Pergi kau !" ( sarkasme). Hanif terdiam tak mau keluar dan tetap mempertahankan cintanya.

Hanifah dan ibunya tak tega melihat Hanif diperlakukan seperti itu. Namun, apalah daya tak sampai . Mereka tak berani menentang ayahnya itu. Tak lama kemudian, ayahnya memaksa Hanif keluar secara paksa.

Hanif pun keluar dari rumah Hanifah dengan berkecil hati. Dan Hanifah pun kecewa terhadap ayahnya.
Setelah kejadian itu, keseharian Hanifah selalu di isi dengan tangisannya. Namun, di lain waktu kini Hanifah tersadar bahwa peristiwa yang sudah berlalu biarlah berlalu, karena nasi sudah mejadi bubur.

Hanifah yang dulu selalu menangis, kini berubah menjadi Hanifah yang selalu tersenyum. (klimaks),
selesai.

0 Response to "Cinta Di Balik Jilbab"

Posting Komentar